Meski begitu, gabungan antara obat dan terapi bisa membantu mengurangi gejala yang muncul, sehingga pengidapnya tetap bisa beraktivitas dengan normal.
Adapun pengobatan ADHD yang bisa ditempuh:
1. Obat
Dokter akan meresepkan obat methylphenidate yang memang umum untuk mengatasi ADHD.Obat satu ini bekerja dengan membuat kadar senyawa kimia pada otak menjadi lebih seimbang. Dengan demikian, gejala yang muncul bisa berkurang.
Obat methylphenidate terbilang aman untuk anak, tetapi dokter tetap memantau kondisi anak untuk tindakan antisipasi akan efek samping yang mungkin terjadi. Misalnya, kelainan pada organ jantung.
Jika nantinya anak mengalami efek samping atau ada risiko tinggi untuk mengalami hal tersebut, maka dokter bisa meresepkan jenis obat lainnya, yaitu obat amitriptyline, atomoxetine, dan obat yang masuk dalam kelompok agonis alfa, seperti clonidine.
Selain itu, amfetamin dan methylphenidate merupakan dua contoh obat yang bisa digunakan untuk atasi ADHD. Namun, keduanya harus berdasarkan resep dan saran dokter untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan.
2. Psikoterapi
Metode pengobatan lainnya adalah psikoterapi. Tidak hanya mengobati kondisi ini, terapi juga bermanfaat untuk mengobati masalah kejiwaan lain yang bisa muncul dengan ADHD, misalnya depresiJenis terapi yang bisa menjadi pertimbangan, yaitu:
3. Cognitive behavioural therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif
Terapi perilaku kognitif memiliki tujuan utama untuk membantu pengidap sehingga dapat mengubah perilaku dan pola pikir mereka ketika sedang berada pada kondisi atau permasalahan tertentu.4. Terapi psikoedukasi
Selanjutnya, terapi psikoedukasi. Ketika menjalani terapi ini, psikiater akan mengajak pengidap untuk bercerita. Misalnya, kesulitan pengidap dalam menghadapi kondisi tersebut.Melalui terapi ini, psikiater berharap pengidap bisa mendapatkan cara terbaik untuk mengatasi gejala yang muncul.
5. Terapi interaksi sosial
Kemudian, terapi interaksi sosial yang bisa membantu pengidap untuk mengetahui perilaku sosial yang pas untuk suatu kondisi.Orang tua, pengasuh, keluarga, dan guru tentu memerlukan arahan sehingga bisa memberikan pendampingan pada pengidap.
Inilah sebabnya, orang-orang yang terlibat dengan pengidap juga perlu memperoleh pelatihan khusus.
Biasanya, pelatihan akan memberikan beberapa materi berikut:
- Cara tepat memberikan pujian sebagai bentuk dukungan untuk anak.
- Solusi ketika anak menunjukkan perilaku buruk.
- Memberikan arahan kegiatan anak yang sesuai dengan kapabilitasnya.
- Menerapkan pola makan sehat dengan asupan gizi seimbang.
- Memastikan bahwa anak mendapatkan tidur yang cukup. Melalui artikel Inilah Hubungan Pola Tidur dengan ADHD, orang tua bisa mengetahui mengapa anak perlu mendapat cukup istirahat.
- Batasi waktu menonton tivi, main game, dan berinteraksi dengan gawai.
- Ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya selama 60 menit setiap hari.
6. Gaya hidup dan pengobatan rumahan
ADHD merupakan gangguan yang kompleks dan setiap pengidapnya memiliki perilaku yang berbeda.Akan tetapi, berikut sejumlah tips yang bisa membantu kamu dalam mengelola gejalanya:
- Buatlah daftar tugas yang harus diselesaikan setiap hari dan pilih tugas mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.
- Gunakan kertas berperekat untuk menulis catatan untuk diri sendiri. Tempelkan di lemari es, di cermin kamar mandi, di mobil, atau di tempat lain yang mudah dilihat.
- Gunakan buku janji temu atau kalender elektronik sebagai pengingat janji temu dan berikan tenggat waktu.
- Bawalah buku catatan atau perangkat elektronik untuk membantu mencatat ide atau hal-hal yang perlu diingat.
- Ikuti rutinitas yang konsisten dari hari ke hari dan simpan barang-barang, seperti kunci dan dompet, di tempat yang sama.
- Jangan ragu untuk meminta bantuan dari anggota keluarga atau orang terdekat.
7. Mengelola hubungan
Pengidap ADHD cenderung sulit diprediksi dan sering lupa dengan janji temu, melewatkan tenggat waktu, dan membuat keputusan yang impulsif atau tidak rasional.Perilaku ini tentu saja menguji kesabaran rekan kerja, teman, atau pasangannya. Coba lakukan terapi yang berfokus dengan masalah ini guna memantau perilaku ADHD.
Caranya dengan mengikuti kelas-kelas untuk meningkatkan komunikasi maupun keterampilan dalam mengatasi konflik serta pemecahan masalah.
Kamu juga bisa mengajak pasangan atau sanak keluarga untuk mengikuti terapi. Tujuannya agar mereka memahami lebih dalam tentang ADHD.
Meski tidak bisa sembuh, diagnosis yang akurat dan pengobatan yang pas sesegera mungkin bisa membantu pengidap bisa beradaptasi dengan keadaan dirinya dan melakukan aktivitas seperti biasanya.
Namun, orang tua juga perlu memahami bahwa pengobatan ADHD perlu adanya komitmen dan persiapan yang matang dari banyak aspek. Mulai dari finansial, waktu, hingga emosi.
8. Minta dukungan
Jangan ragu untuk meminta dukungan kepada orang terdekat atau profesional kesehatan. Dukungan bisa sangat membantu pengidap ADHD dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Adapun beberapa contoh koping dan dukungan yang bisa didapatkan:
Kelompok pendukung
Kelompok pendukung bisa mempertemukan kamu dengan orang lain yang mengalami. Dengan begitu, kamu bisa berbagi pengalaman, informasi, dan strategi untuk menanganinya.Dukungan sosial
Libatkan pasangan, saudara dekat, dan teman dalam setiap proses perawatan. Awalnya, kamu mungkin merasa enggan memberi tahu orang lain tentang kondisi ini.Akan tetapi, memberi tahu orang lain apa yang sedang terjadi dapat membantu mereka memahami kamu dengan lebih baik.
Rekan kerja, supervisor, dan guru
ADHD bisa menghambat pekerjaan di kantor maupun sekolah. Sebagian besar pengidapnya mungkin juga merasa malu untuk memberi tahu atasan atau guru tentang kondisi ini.Namun, cobalah bicarakan baik-baik agar mereka bersedia memberikan sedikit penyesuaian untuk membantu kamu dalam menyelesaikan tugas-tugas.
Jangan ragu untuk meminta penjelasan yang lebih mendalam atau waktu yang lebih panjang untuk menyelesaikan tugas tertentu.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar